Jumat, 29 Januari 2016

122



Buddha Sakyamuni memberitahu Shan Lai : “Kamu telah menyetujui untuk menerima permohonan Brahmana, seharusnya memenuhi janji ini terlebih dulu”.

Bhikkhu Shan Lai menuju rumah Brahmana untuk menerima persembahan. Brahmana menyajikan hidangan istimewa untuk dipersembahkan pada Yang Ariya, demi supaya Yang Ariya dapat mencerna dengan lebih baik, sehingga meneteskan sedikit arak ke dalam minumannya.

Bhikkhu Shan Lai yang tidak mengetahui ada arak di dalam minumannya, setelah selesai minum beliau berjalan pulang, di tengah perjalanan disinari oleh teriknya mentari, akhirnya mabuk dan jatuh terbaring di permukaan tanah. Buddha Sakyamuni yang mengetahui hal ini, menciptakan rerumputan untuk menutupi Shan Lai sehingga tak terlihat oleh orang lain.

121


Sravasti, pertama-tama terimalah persembahan dari saya”. Yang Ariya Shan Lai menerima permohonannya.

Para penduduk di kaki Gunung Sumsumara setelah memberi persembahan kepada Buddha dan Sangha hingga tujuh hari kemudian, menuju ke hadapan Buddha Sakyamuni, melakukan namaskara, dengan hati yang paling tulus mendengarkan pembabaran Dharma. Pada persamuan Dharma tersebut, terdapat para makhluk yang tak terhingga berhasil mencapai tingkat kesucian. Setelah persamuan Dharma ini usai, Buddha Sakyamuni dan para siswaNya pulang kembali ke Taman Jetavana di Sravasti.

Pada saat itu, Anathapindika datang ke tempat kediaman Buddha Sakyamuni, bernamaskara dan berkata : “Bhagava! Semoga Buddha dan Sangha datang ke rumahku untuk menerima persembahan”. Buddha Sakyamuni menerimanya. Kemudian Anathapindika mohon pamit dan beranjak pergi.

Saat itu, Brahmana juga datang ke tempat kediaman Bhikkhu Shan Lai, berkata : “Yang Ariya! Tempo hari di kaki gunung, saya yang pertama kali mengundang anda, bila anda pulang ke Kota Sravasti, pertama-tama akan menerima persembahan dariku, kini adalah saatnya”.

Shan Lai memberitahu persoalan ini kepada Bhagava.

120



Buddha Sakyamuni menerima persembahan mereka. Setelah menerima persembahan, dari hari pertama sampai hari ketujuh, Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma kepada mereka.

Pada saat itu ada seorang Brahmana yang merupakan sahabat mendiang ayah Shan Lai, dia mampu menggunakan ilmu mantra untuk membasmi naga, tetapi terhadap Raja Naga Anpo ini, ilmu mantranya malah tak berdaya. Oleh karena takut pada naga beracun ini, makanya dia pindah ke Kota Sravasti, bahkan juga mengubah namanya, Raja Prasenajit mengangkatnya jadi pejabat tinggi.  

Pejabat ini datang ke kaki Gunung Sumsumara, mendengar bahwa Bhikkhu Shan Lai berhasil menaklukkan naga beracun, maka datang ke hadapan Bhikkhu Shan Lai, dengan hormat melakukan namaskara lalu berkata : “Yang Ariya! Kami oleh karena takut pada naga beracun sehingga pindah ke tempat lain, hari ini mendengar bahwa Yang Ariya dengan hati maitri karuna demi rakyat banyak dan menghapus ancaman bahaya, ini adalah kabar yang amat bagus. Mohon anda bermaitri karuna, esok hari di sini menerima persembahan dari kami”.

Saat itu, Yang Ariya Shan Lai tidak bersedia menerimanya, Brahmana mengulangi permohonannya : “Jika tidak bersedia menerima persembahan kami di sini, semoga ketika Yang Ariya pulang ke Kota