Tampilkan postingan dengan label Kemampuan Gaib dan Akibat Karma 026~050. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemampuan Gaib dan Akibat Karma 026~050. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Januari 2016

050



Kemudian jasad You Tuo-yi dikeluarkan dari tumpukan kotoran, dimandikan dengan wangi-wangian, lalu dimasukkan ke dalam kereta permata, diiringi irama yang khidmat, sepanjang jalanan yang dilewati kereta dipenuhi oleh panji-panji, asap dupa mengepul memenuhi angkasa.

Raja Prasenajit, para pejabat dan seluruh penghuni istana mengikuti Buddha Sakyamuni dan para siswaNya, mengantar jenazah You Tuo-yi ke luar kota, setelah usai membaca “Anicca Sutta”, dengan kayu cendana memperabukan jenazah Yang Ariya, setelah perabuan selesai, kemudian reliknya disimpan ke dalam stupa.

Ratu Mallika yang mengetahui bahwa You Tuo-yi dibunuh oleh raja pencuri, berkata pada Raja Prasenajit : “Paduka, demi melindungi keselamatan para Bhikkhu, mohon paduka menurunkan titah untuk menangkap raja pencuri”.


049



menyimpan reliknya”.

Malam harinya, Buddha Sakyamuni dan para siswaNya tiba di gerbang kota, Bhagava memancarkan cahaya cemerlang sehingga menerangi seluruh pelosok kota, saat itu Raja Prasenajit dan Ratu Mallika juga amat terkejut. Pejabat istana melapor pada raja : “Buddha Sakyamuni dan para siswaNya sekarang sedang berada di gerbang kota”.

Raja Prasenajit memerintahkan Ratu Mallika bersama para pejabat, seluruh bangsawan dan dayang istana untuk ikut menuju ke gerbang kota melakukan penghormatan bernamaskara pada Bhagava.

Setelah melakukan namaskara pada Buddha, Raja Prasenajit berkata : “Bhagava, mengapa melakukan kunjungan pada malam hari?”

Buddha memberitahu raja : “Paduka! You Tuo-yi merupakan siswa yang terunggul dalam memberi pengajaran, kini dia telah dibunuh, bahkan jasadnya dibuang ke atas tumpukan kotoran, kini Saya sengaja datang untuk mengurus perabuan jasadnya dan membangun stupa bagi reliknya”.

Raja Prasenajit dan Ratu Mallika setelah mendengar ucapan Bhagava, mengikuti Buddha Sakyamuni dan para siswaNya menuju tumpukan kotoran tempat jasad You Tuo-yi dibuang.



048


maka saya yang harus mati”.

Raja pencuri juga takut kalau hubungan gelap mereka dibocorkan keluar, maka itu dia segera mencabut pedangnya menghabisi nyawa You Tuo-yi, kemudian jasadnya dibuang ke atas tumpukan kotoran.

Ini merupakan karma buruk yang dilakukan You Tuo-yi pada masa kehidupan lampaunya, kini buah karma buruk tersebut telah masak, akibatnya juga harus ditanggung diri sendiri.

Seperti yang disebutkan di dalam sutra :
“Meskipun telah melewati ratusan kalpa, benih karma yang telah ditanam takkan musnah, ketika benih sebab bertemu dengan faktor pendukungnya, buah akibatnya juga harus ditanggung diri sendiri”.

Pada waktu You Tuo-yi dibunuh, Bhagava sedang melakukan Uposatha bagi para Bhikkhu, saat ini semua insan sudah berkumpul, hanya You Tuo-yi seorang yang masih belum hadir.

Buddha Sakyamuni memberitahukan para siswaNya : “You Tuo-yi merupakan yang paling unggul dalam mengajari orang, kini telah dibunuh”.

Kemudian Bhagava melanjutkan berkata : “Kalian ikutlah denganKu pergi mengurus perabuan jasad You Tuo-yi dan kemudian membangun stupa buat 

Jumat, 22 Januari 2016

047


di rumah, kerisauannya kian hari kian bertambah, sehingga menjalin hubungan gelap dengan raja pencuri.

You Tuo-yi setiap hari ke rumahnya menerima persembahan, mengetahui apa yang ada di pikiran menantu perempuan Brahmana, sehingga selalu memberi ceramah tentang menjauhi nafsu keinginan.

Menantu perempuan Brahmana berpikir dalam hatinya : You Tuo-yi memiliki kemampuan gaib, Dia pasti telah mengetahui hubungan gelapku dengan orang lain, bila suamiku pulang nanti, dia pasti akan membocorkan rahasiaku; saya harus memikirkan cara untuk membunuhnya.

Menantu perempuan Brahmana berpura-pura jatuh sakit, memberitahu pelayan wanita : “Saya jatuh sakit, kamu pergilah mengundang Yang Ariya”.

Pelayan wanita segera pergi menyampaikan hal ini kepada You Tuo-yi.

You Tuo-yi yang oleh karena dituntun kekuatan buah karma buruknya, bukannya terlebih dulu melakukan pengamatan, malah langsung menuju rumah menantu perempuan Brahmana.

Wanita jahat ini juga menyuruh orang untuk memanggil raja pencuri datang ke rumahnya, dia memberitahu raja pencuri : “Selama Bhikkhu ini masih hidup,


046



Diri sendiri melakukan karma buruk, akibatnya juga diterima sendiri

You Tuo-yi setelah menyelamatkan istri Brahmana yang galak, selanjutnya Brahmana dan istrinya dengan tulus senantiasa mempersiapkan hidangan untuk dipersembahkan kepada Yang Ariya.

Kemudian istri Brahmana mencarikan pasangan buat putranya, namun malangnya tidak lama kemudian dia menderita penyakit yang tidak bisa diobati, sebelum meninggal dunia, dia berpesan pada keluarganya : “Setelah saya meninggal dunia, tidak boleh menghapus kegiatan mempersiapkan hidangan untuk dipersembahkan kepada You Tuo-yi”.

Setelah berpesan pada putra dan menantunya, istri Brahmana menghembuskan nafas terakhir, tidak lama kemudian, Brahmana juga meninggal dunia.

Setelah menjalani masa perkabungan untuk satu kurun waktu, putra mereka memutuskan untuk menuju daerah lainnya guna menimba ilmu.

Menantu perempuan Brahmana, oleh karena suaminya tidak berada


045


“Saya akan mengajarimu cara untuk melawan musuh ini, terlebih dulu anda harus bersedia ditabhiskan”.

Ksatria berpikir dalam hati : Andaikata pencuri di dalam pikiran sendiri saja tidak sanggup dibasmi, bagaimana bisa disebut sebagai pemberani?

Kemudian dia menuruti ajaran Yang Ariya, meninggalkan keduniawian dan melatih diri, membasmi lobha, dosa dan moha.

Tidak lama kemudian, ksatria berhasil mencapai tingkat kesucian tertinggi yakni Arahat. Dia berkata pada Yang Ariya : “Guru! Saya telah berhasil membasmi pencuri besar yang ada di dalam pikiranku yakni lobha, dosa dan moha”.

You Tuo-yi memberi pujian pada ksatria : “Bagus sekali! Bagus sekali! Anda dapat menaklukkan tiga racun, sungguh sulit diperoleh. Lobha, dosa dan moha merupakan tiga pencuri besar yang melakukan segala kejahatan, insan yang berharap dapat mengakhiri penderitaan tumimbal lahir, harus membasmi tiga pencuri ini”.

Para makhluk yang memperoleh pengajaran dari You Tuo-yi di Kota Sravasti ada sebanyak 1,8 miliar keluarga, semuanya diarahkan ke jalan pembebasan, kisah di atas hanyalah merupakan 13 perumpamaan saja.


044



Ksatria berkata : “Benar!”

Yang Ariya berkata : “Ada tiga pencuri besar yang memiliki kekuatan besar, apakah anda sanggup menaklukkan mereka?”

Ksatria menjawab : “Hal ini harus berada dalam pertarungan barulah bisa diketahui”.

Yang Ariya berkata : “Tiga pencuri ini adalah lobha (serakah), dosa (kebencian) dan moha (kebodohan), tiga pencuri besar ini merampas jasa kebajikan harta Dharma kita, Saya sudah berhasil menaklukkan mereka, apakah anda dapat membasmi mereka?

Ksatria menjawab : “Mereka memiliki kemampuan yang besar, bagaimana mungkin saya bisa menaklukkan mereka?”

Yang Ariya berkata :


043


Kemudian dia menuju ke hadapan gurunya, dengan hormat melakukan namaskara, lalu berkata : “Guru! Kini saya telah berhasil memperoleh mantra hebat tertinggi yang tiada taranya, yakni mengakhiri tumimbal lahir”.

Mendengar hal ini, You Tuo-yi amat gembira, memberi pujian : “Bagus sekali! Bagus sekali! Anda sungguh merupakan insan yang membalas budi Buddha, selamanya takkan lagi mengalami penderitaan tumimbal lahir”.

Membasmi tiga racun, mencapai Arahat

Ada seorang ksatria yang datang dari arah selatan, hendak pergi ke Kota Sravasti untuk mencari lawan yang seimbang. Sesampainya di depan gerbang Kota Sravasti, membuka pakaiannya dan mempamerkan otot-ototnya, dengan suara tinggi berteriak : “Saya datang dari tempat yang jauh kemari untuk mencari lawan yang seimbang, maka itu bila ada yang merasa memiliki kekuatan, silahkan maju untuk bertarung”.

Saat itu di kota, tidak ada yang berani memenuhi ajakannya.

You Tuo-yi yang mengetahui jodoh Dharma ksatria itu telah masak, maka itu sengaja datang ke gerbang kota, berkata pada ksatria : “Tuan! Anda adalah orang kuat, apakah anda ingin mencari lawan?”


042


hebat tersebut”.

Yang Ariya berkata padanya : “Bila kamu berharap bisa memperoleh mantra hebat, anda dapat meninggalkan keduniawian dan mendengar pembabaran Dharma dari Buddha Sakyamuni, maka Saya dapat mengajarimu mantra sejahtera”.

Brahmana yang demi mengejar ilmu mantra hebat, sehingga menuruti petunjuk yang diberikan You Tuo-yi, meninggalkan keduniawian menjadi Bhikkhu, dia berkata : “Guru! Mohon turunkan padaku ilmu mantra hebat tersebut”.

Yang Ariya berkata : “Baik! Kamu harus belajar baik-baik ya. Mantra hebatKu adalah : “Segala sesuatu adalah tidak kekal (Anicca), tanpa aku  (Anatta), Nibbana adalah padamnya kilesa (kekotoran batin) secara tuntas”.

Ini adalah mantra dalam patra, bila anda tekun melatihnya selama tiga hari tiga malam, pasti akan memperoleh pengalaman mukjizat”.

Pada saat itu murid Brahmana ini sudah sangat ingin memperoleh pengalaman mukjizat, sehingga siang malam begitu terfokus merenungi tiga butir kebenaran ini, akhirnya berhasil mencapai tingkatan kesucian tertinggi yakni Arahat.




041



Begitu niat pikirannya timbul, dalam seketika muncul beragam hidangan makanan dan minuman, memenuhi patra tersebut. Melihat hal ini, Brahmana amat tercengang, bahkan terus memuji tanpa henti! Maka itu dia memberitahu Yang Ariya : “Suciwan besar! Bolehkah Anda mengajari saya ilmu sulap semacam ini?”

You Tuo-yi mengucapkan gatha, setelah mendengar gatha tersebut, Brahmana yang demi mengejar ilmu mantra, dalam hatinya berpikir : Saya telah mengetahui betapa besarnya kekuatan mantra ini, tetapi dia malah tidak sudi menurunkannya padaku, cara apa yang harus kugunakan, barulah bisa mendapat ilmu mantra ini?

Lalu Brahmana memperingati Yang Ariya : “Saya tidak memiliki ilmu gaib yang bisa ditukar denganMu, juga tidak memiliki harta benda yang bisa dipersembahkan padaMu, tetapi hanya dengan kekuatan tubuhku untuk meladeni Anda, semoga Anda bermaitri karuna mau mengajariku mantra


040



memberitahu Yang Ariya : “Bhikkhu! Oleh karena Anda menghapus ilmu mantraku, sehingga keretaku tidak bisa berjalan, jadi sekarang siapa yang anda utus untuk menjadi budakku?”

Yang Ariya memperlihatkan patraNya sambil memberi ceramah : “Ini dapat menjadi pengikutmu.”

Brahmana bertanya : “Ini hanyalah sebuah patra hitam, bagaimana mungkin bisa menjadi pengikutku?”

Yang Arya berkata : “Dia akan memunculkan segala sesuatu yang anda pikirkan”.

Brahmana ingin mencobanya, dia berpikir di dalam hatinya : “Saya ingin ratusan hidangan makanan dan minuman”.


039


Patra mengeluarkan benda istimewa

Di Kota Sravasti terdapat seorang Brahmana, dia mampu menguasai mantra aliran luar, tetapi tidak meyakini Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha. Juga sering menggunakan kekuatan mantra untuk mengendalikan setan, untuk membantunya memandu kereta kuda membawanya bertamasya ke berbagai pelosok.

Pada saat itu You Tuo-yi sedang menggunakan kekuatan gaib untuk mengamati para makhluk, siapa yang bisa dituntun untuk mencapai tingkatan kesucian pertama yakni Sotapanna. Kebetulan melihat bahwa Brahmana ini akan masak jodoh Dharmanya, maka itu Yang Ariya segera membawa patraNya ke rumah Brahmana. Yang Ariya melihat Brahmana ini sedang membaca mantra mengendalikan setan untuk menarik kereta, bersiap-siap pergi keluar.

Di tengah perjalanan, Brahmana turun dari kereta untuk buang air kecil, Yang Ariya menggunakan kekuatan gaibNya sehingga air seni Brahmana tidak berhenti, bahkan menghapus ilmu mantranya, membebaskan setan-setan yang dikekang Brahmana.

Brahmana yang melihat setan-setan pada kabur, kereta tidak bisa bergerak, kemudian menggunakan ilmu mantranya, tetapi ilmunya telah kehilangan kesaktiannya. Dalam keadaan tak berdaya, dia 


038



pada You Tuo-yi dan berkata : “Suciwan! Kami adalah orang awam yang diliputi kebodohan, tidak mengenali insan suci dan bijak, menyombongkan kasta sendiri dan mengeluarkan perkataan buruk, di hadapan Suciwan, malah berani merendahkan, mohon bermaitri karuna menerima pertobatanku”.

Kemudian para Brahmana muda serentak mengucapkan gatha, mendengar gatha tersebut, Yang Ariya You Tuo-yi mengetahui bahwa jodoh Dharma para Brahmana muda ini sudah masak, lalu memberi ceramah Dharma kepada mereka. 500 putra Brahmana ini mencapai tingkat kesucian Sotapanna, sehingga membangkitkan ketulusan ber-Trisarana pada Buddha, Dharma dan Sangha, serta mengamalkan Lima Sila.


037



pemuda di kepala masing-masing, menjadi tumbuhan bawang. Seluruh bahan makanan yang mereka bawa juga berubah menjadi kulit sapi; masih banyak lagi barang bawaan mereka berubah jadi daging sapi; susu sapi dan minuman lainnya yang mereka bawa berubah jadi arak, semua ini merupakan makanan yang dilarang dalam kaum Brahmana.

Kemudian Yang Ariya menggunakan lagi kemampuan gaibNya, menjelma patraNya menjadi berisi nasi yang bersih, lalu berkata pada semuanya : “Kalian lihatlah! Apa yang ada di dalam patraKu dan tubuh jasmaniKu, lebih baik bila dibandingkan dengan tindakan kalian, siapa yang lebih suci?”

Para Brahmana muda ini merenungkan, merasa diri sendiri memang lebih buruk, lalu saling berkata : “Semua ini adalah Yang Ariya yang menggunakan kemampuan gaibNya, sehingga kalung bunga, makanan dan minuman kita berubah menjadi makanan dan minuman yang terlarang, sekarang kita tidak memiliki jalan lain lagi, sebaiknya kita memohon pertobatan pada Yang Ariya!”

Kemudian Brahmana muda bernamaskara


036


Para pemuda Brahmana yang melihat kehadiran Yang Ariya, jadi bertanya : “Bhikkhu ini berasal dari kasta yang mana?”  

Ada yang mengetahuinya sehingga menjawab : “Dari kasta Brahmana, Beliau rela meninggalkan kasta yang tinggi pergi meninggalkan keduniawian menjadi seorang Sramana, ini sungguh sulit ditemukan”.

Semua orang yang mendengarnya jadi bertanya pada Yang Ariya : “Kabarnya Anda merupakan putra pejabat, berasal dari kasta yang begitu tinggi, kenapa malah melepaskan kasta sendiri, meninggalkan keduniawian menjadi Sramana yang berbaur dengan kasta rendah lainnya?”

Yang Ariya menjawab : “Brahmana di dunia ini hanya memiliki nama namun tanpa makna, sedangkan Guru saya adalah seorang Maha Guru tertinggi tiada taranya (Sang Buddha), Bhagava dan para makhluk suci lainnya, dapat mengeliminasi karma buruk para makhluk, ini barulah merupakan Brahmana sejati”.

Para pemuda yang mendengar ucapan Yang Arya, tidak dapat menerimanya sebagai sebuah kebenaran, semuanya menggoyang-goyangkan tangan dan tertawa!

Pada saat itu Yang Ariya menggunakan kemampuan gaib mengubah kalung bunga yang dikenakan para

035



Brahmana dan istrinya membangkitkan ketulusan memberi persembahan kepada You Tuo-yi sepanjang hidup mereka, namun Yang Ariya tidak bersedia menerimanya. Pasangan suami istri itu memohon hingga ketiga kalinya : “Semoga Yang Ariya bermaitri karuna menerimanya, apabila Yang Ariya hendak berpindapatra ke tempat lainnya, saya mempersiapkan hidangan, dengan hormat mengundang ke sini untuk menerima persembahan”. Yang Ariya menyetujuinya.

Dengan kemampuan gaib menyelamatkan Brahmana muda

Pada saat itu di Kota Sravasti, terdapat beberapa ratus pemuda anak Brahmana, pada musim perayaan, masing-masing dari mereka membawa makanan dan minuman berkumpul di taman.

Pada saat itu Yang Ariya You Tuo-yi berpikir di dalam hati : “Sekarang jodoh Dharma siapa yang sudah masak sehingga dapat menerima ajaran dan terselamatkan?”

Maka itu Beliau memasuki samadhi dan melakukan pengamatan, mengetahui bahwa 500 orang putra Brahmana ini, jodoh Dharma mereka sudah masak, Yang Ariya segera membawa patraNya, seperti pagi hari biasanya melakukan pindapatra. Beliau pergi ke taman tempat berkumpulnya para pemuda Brahmana tersebut.

034


kitkan rasa hormat dan keyakinan yang mendalam.

Yang Ariya memberi ceramah Dharma kepada istri Brahmana yang kemudian mencapai tingkat kesucian Sotapanna, sesampainya di rumah, persediaan Roti Canai masih berada di dalam keranjangnya, satupun tidak kekurangan.

Setelah hari perayaan berlalu, Brahmana kembali ke rumah, melihat ucapan dan tindakan istrinya telah berubah, lalu bertanya : “Tempo hari tabiatmu sungguh jelek, sekarang sudah berubah jadi baik, kenapa bisa begitu?”

Sang istri menjawab : “Berkat Ajaran Bhagava, saya mencapai tingkat kesucian Sotapanna”.

Kemudian dia juga menceritakan secara terperinci bagaimana You Tuo-yi menyelamatkan dirinya, setelah mendengarnya, Brahmana memuji bahwa hal ini merupakan kejadian yang langka, sehingga membangkitkan rasa hormat dan keyakinan secara mendalam, lalu mengundang You Tuo-yi, Buddha dan Sangha untuk menerima persembahan di rumahnya.

Setelah menerima persembahan, Buddha dan para anggota Sangha kembali ke Taman Jetavana, meninggalkan You Tuo-yi seorang diri, untuk memberikan ceramah Dharma, Brahmana dan istrinya mencapai kesucian.




033


Maka itu istri Brahmana membawa Roti Canai ke rumah Anathapindika, melihat Buddha Sakyamuni dan para anggota Sangha telah duduk di sana. Istri Brahmana mempersembahkan Roti Canai kepada Buddha dan Sangha, masing-masing sepotong roti, tetapi persediaan rotinya juga tidak habis-habisnya dibagi.

Istri Brahmana merasa keheranan, padahal keranjangnya hanya berisi 10 potong Roti Canai, sedangkan anggota Sangha ada lebih dari seribu orang, dengan 10 potong roti dibagikan kepada lebih dari seribu anggota Sangha, tetapi Roti Canai juga tidak habis dibagi, ini sungguh tidak masuk akal, memuji hal ini sebagai hal langka yang belum pernah ada sebelumnya, sehingga jadi membang-


032


akan dijatuhi hukuman menjadi budak pemerintah seumur hidup”.

Istri Brahmana yang mendengarnya menjadi amat ketakutan, ingin cepat-cepat memasukkan jasad ke dalam liang. Tetapi Yang Ariya telah memasuki Nirodha-samapatti, tubuhNya tidak bisa dipindahkan. Istri Brahmana jadi tak berdaya, membangkitkan pertobatan secara mendalam, memohon agar kondisi Yang Ariya dapat kembali seperti sedia kala, bahkan dia memperbolehkan Yang Ariya mengambil Roti Canai dengan sesuka hatinya (Orang India menjadikan Roti Canai/Roti Cane sebagai makanan).

Kemudian Yang Ariya keluar dari samadhiNya, menagih janji Roti Canai, istri Brahmana berpikir untuk mencari Roti Canai yang dibuat dengan paling buruk buat You Tuo-yi. Tetapi persediaan Roti Canai yang ada di keranjang semuanya terbuat dari bahan yang bagus, maka itu dia mengambil salah satu Roti Canai untuk dipersembahkan kepada Yang Ariya, namun di luar dugaan, Roti Canai yang ada di dalam keranjang, semuanya ikut bergerak keluar. Dia bertanya pada Yang Ariya : “Apakah Anda memerlukan begitu banyak Roti Canai?”

Yang Ariya menjawab : “Yang melatih diri bersama Kami jumlahnya adalah amat banyak, andaikata anda dapat mempersembahkannya secara langsung, maka ini yang paling bagus”.

Kamis, 21 Januari 2016

031



jodoh Dharma istri Brahmana sudah masak dan tiba waktunya untuk diselamatkan, kemudian membawa patraNya dan sampai di depan pintu rumah Brahmana.

Pada saat itu, istri Brahmana sedang mengurus persediaan bahan makanan, Yang Ariya sedang berdiri tidak jauh darinya, istri Brahmana berkata pada Yang Ariya : “Anda ingin cari makanan di sini? Meskipun matamu membesar hingga seperti patra, juga takkan mendapatkan makanan”.

Yang Ariya segera membesarkan sepasang matanya hingga tampak seperti patra.

Setelah melihatnya, istri Brahmana berkata lagi : “Meskipun anda membelah tubuh jadi dua bagian, saya juga takkan memberi makanan!”

Dengan kemampuan gaib, Yang Ariya membelah tubuhnya jadi dua bagian, terhempas di atas permukaan tanah”.

Pada saat itu, budak wanita memberitahu istri Brahmana : “Membunuh Bhikkhu berarti melanggar Hukum Negara,