Tampilkan postingan dengan label Kemampuan Gaib dan Akibat Karma 001~025. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemampuan Gaib dan Akibat Karma 001~025. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Januari 2016

025



harus diketahui bahwa kekayaan itu merupakan buah akibat yang muncul dari benih sebabnya, yakni menanam berkah memperoleh kekayaan”.

Gadis miskin ini bertanya : “Apa yang disebut dengan berkah? Bagaimana cara melakukannya?”

Upasika menjawab : “Insan yang berharap memperoleh pahala, maka harus membangkitkan rasa hormat menanam berkah pada ladang berkah Triratna, yakni Buddha, Dharma dan Sangha, dengan memberi persembahan dana makanan dan minuman, membangkitkan ketulusan mengikrarkan tekad, insan yang menanam ladang berkah ini, kelak pasti mendapat buah akibat hidup tenteram”.

Gadis miskin yang setelah mendengar hal ini, mengingatnya di dalam hati.

Pada saat itu ada seorang anggota Sangha yang telah mencapai Pratyeka Buddha datang berpindapatra, gadis miskin ini mempersembahkan nasi yang diperuntukkan untuk mengganjal perut sendiri, kepada Pratyeka Buddha.

Pratyeka Buddha mengetahui ketulusan hati gadis miskin ini, sehingga memperlihatkan kemampuan gaib kepadanya. Gadis miskin membangkitkan keyakinan hati dan berikrar : “Berkat akar kebajikan dari persembahan ini, semoga kelak di tempat saya


Senin, 18 Januari 2016

024



gadis miskin ini berpikir : “Cara apa yang harus saya gunakan, barulah dapat menikmati kehidupan putri-putri hartawan itu?”

Setiap hari gadis miskin ini selalu murung dan tak bahagia, tidak berhasil menemukan cara untuk keluar dari penderitaan miskinnya. Pada saat itu ada seorang Upasika yang menguasai Ajaran Buddha, yang juga merupakan sahabat karib gadis miskin ini.

Upasika yang setiap hari melihat gadis miskin ini selalu saja murung, sehingga bertanya : “Kenapa setiap hari wajahmu begitu muram? “

Gadis miskin ini menceritakan kekagumannya pada kehidupan putri hartawan.

Upasika memberitahu gadis miskin ini : “Setiap hari anda memasang wajah murung, mengkagumi kehidupan orang kaya, adalah tiada gunanya, 


023


membunuhnya, sekali lagi dia memohon agar Yang Ariya bersedia membuka pintu.

You Tuo-yi mengetahui bahwa jodoh Dharma Brahmana ini sudah masak, lalu membuka pintu dan memberi ceramah Dharma kepadanya, setelah mendengar Buddha Dharma, Brahmana mencapai tingkat kesucian Sotapanna, membangkitkan ketulusan ber-Trisarana pada Triratna dan mengamalkan Lima Sila.

You Tuo-yi memberitahu Brahmana : “Saya tidak memiliki niat sama sekali untuk memaki istrimu, tetapi saya hanya menyampaikan padanya empat baris gatha, supaya dia dapat mengingat kembali masa kehidupan lampaunya, di luar dugaan ternyata dia begitu dungu tidak dapat memahami makna gatha tersebut, malah timbul kebencian. Pada masa kehidupan lampaunya, dia pernah memiliki sebuah jalinan jodoh sebagai berikut, dengarkanlah dengan seksama :

Pada masa kehidupan lampau, ada seorang gadis miskin yang melihat putri-putri hartawan, tidak hanya memiliki harta berlimpah, bahkan juga berparas jelita, bahkan di tubuh mereka dipenuhi perhiasan permata, setiap hari ada dayang-dayang yang meladeni keperluan mereka, dihormati oleh orang banyak.

Gadis miskin ini amat mengkagumi putri-putri hartawan tersebut, tidak mampu menahan kesedihannya sehingga menangis tersedu-sedu. Sambil menangis


022



Brahmana yang mendengarnya juga merasa amat geram, segera mencabut pedangnya dan mengejar You Tuo-yi. Yang Ariya yang melihat Brahmana membawa sebilah pedang mengejarnya dari kejauhan, segera menyulap sebuah rumah, mengunci pintu rumah dan bersamadhi di dalamnya.

Brahmana yang melihat Yang Ariya berada di dalam rumah, segera berteriak meminta You Tuo-yi membuka pintu rumah. You Tuo-yi berkata : “Buang dulu pedang yang ada di tanganmu, barulah saya bersedia membukakan pintu untukmu”.

Brahmana berpikir di dalam hatinya : “Asalkan dia mau membuka pintu, dengan kepalan tangan saya juga bisa membunuhnya”.

Dia segera membuang pedangnya lalu berteriak lagi agar Yang Arya membuka pintu rumah.

Yang Ariya berkata lagi : “Asalkan anda bersedia membuang kebencian dan niat jahat di hatimu, barulah saya mau membukakan pintu untukmu”.

Saat itu Brahmana berpikir : “Sramana ini adalah insan suci, dia bisa mengetahui niat jahat yang ada di benakku”.

Maka itu Brahmana ini merenungkan secara mendalam dan menyalahkan dirinya sendiri, memadamkan niat


021



You Tuo-yi mengamati Brahmana ini telah tiba saatnya untuk diselamatkan, You Tuo-yi membawa patraNya menuju rumah Brahmana. Kebetulan pada saat itu Brahmana sedang keluar, tidak berada di rumahnya.

Istri Brahmana ini amat angkuh, setiap ada anggota Sangha yang datang berpindapatra, sebutir nasi pun takkan sudi didanakannya, bahkan sepatah kata pun takkan dilontarkannya.

Yang Ariya menggunakan empat baris gatha untuk melukiskan kehidupan masa lampau istri Brahmana. Usai itu Yang Ariya beranjak pergi.

Istri Brahmana tidak mengerti makna dari gatha tersebut, mengira bahwa You Tuo-yi sedang memakinya, sehingga hatinya merasa tidak gembira. Setelah Brahmana pulang ke rumah, istrinya segera mengadu ; “Tadi ada seorang Sramana datang memaki-ku, kurang ajar, saya akan memusuhinya!”


020


pulang, merasa tercengang dan bertanya pada istrinya apa yang baru saja terjadi?

Istrinya segera memberitahu Brahmana kejadian yang baru saja dialaminya, Brahmana juga mengira bahwa Yang Ariya sudah meninggal dunia. Brahmana berusaha memindahkan jasad Yang Ariya namun juga tak berdaya, sehingga seluruh anggota keluarga merasa panik dan ketakutan.

Dalam kondisi yang serba tak berdaya ini datanglah seorang Brahmana lainnya, setelah melihat Yang Ariya, memberitahu tuan rumah : “Ini bukanlah kematian, tetapi sedang memasuki samadhi mendalam, Beliau melakukan hal ini tujuannya adalah untuk menyelamatkan kalian dari lautan penderitaan, kalian seharusnya bertobat atas dosa yang telah kalian perbuat”.

Dengan hormat, Brahmana bernamaskara pada Yang Ariya dan bertobat atas dosa-dosanya. Yang Ariya keluar dari samadhiNya, memberi ceramah Dharma kepada Brahmana dan istrinya yang kemudian berhasil mencapai tingkat kesucian Sotapanna.

Kelahiran lampau menanam berkah, sekarang hidup berkecukupan

Di Kota Sravasti ada seorang Brahmana yang mempunyai istri yang berparas jelita namun angkuh.


019



menghormati dan yakin padaTriratna. Dan kini akar kebajikan pasangan suami istri ini sudah masak, tiba waktunya untuk memperoleh penyelamatan.

Yang Ariya segera membawa patraNya menuju rumah Brahmana untuk melakukan pindapatra. Sesampainya di depan rumah Brahmana, kebetulan Brahmana sedang keluar. Istri Brahmana yang dari kejauhan melihat kedatangan You Tuo-yi, segera menghindar masuk ke dalam rumah.

Yang Ariya juga mengikutinya masuk ke dalam rumah, istri Brahmana naik ke atas paviliun, Yang Ariya juga ikut menaiki tangga ke atas paviliun, namun malangnya istri Brahmana mendorong tangga tersebut sehingga Yang Ariya jatuh ke lantai, seketika juga Yang Ariya memasuki Nirodha-samapatti, sehingga tampak seperti telah wafat.

Istri Brahmana yang menemukan You Tuo-yi tidak bernafas lagi, mengira bahwa Beliau sudah meninggal dunia, lalu meluruskan kembali anak tangga dan turun ke bawah untuk memindahkan jasad Yang Ariya, tetapi meskipun dia telah berusaha sekuat tenaga namun jasad tersebut juga tidak bergerak sama sekali.

Kemudian dia memanggil anggota keluarganya untuk datang membantunya memindahkan jasad, namun hasilnya juga nihil. Saat itu Brahmana yang baru


018


keadaan istri Brahmana kembali pada kondisi semula, pasangan suami istri itu memberi pujian, memuji kejadian ini belum pernah ada sebelumnya.

Kemudian Yang Ariya memberi ceramah Dharma kepada mereka berdua, membahas tentang tubuh jasmani ini adalah kotor dan tidak bersih, tidak boleh mendambakannya.

Brahmana dan istrinya setelah mendengar Buddha Dharma, mencapai tingkat kesucian pertama yakni Sotapanna.

Memasuki samadhi menyelamatkan Brahmana

Pada suatu hari, Yang Ariya You Tuo-yi sedang mengamati akar kebajikan dan jalinan jodoh Dharma para makhluk, mengetahui bahwa di Kota Sravasti terdapat seorang Brahmana, istrinya memiliki paras nan jelita, tetapi dia tidak


017



Dengan kemampuan gaib mengeluarkan usus dari perut

Di Kota Sravasti juga terdapat seorang Brahmana, yang juga tidak menghormati dan yakin pada Triratna, tetapi istrinya amat jelita, maka itu Brahmana tidak mengijinkan siapapun mendekati pintu rumahnya.

You Tuo-yi mengamati bahwa Brahmana ini jodoh Dharmanya sudah masak sehingga bisa diselamatkan, pasangan suami istri ini telah tiba waktunya untuk terselamatkan, maka itu Beliau membawa patraNya dan pergi ke rumah Brahmana untuk melakukan pindapatra.

Sesampainya di depan pintu rumah Brahmana, Beliau bermaksud masuk ke dalam rumah. Pada saat itu, Brahmana tidak mengijinkan Yang Ariya masuk ke dalam rumahnya, You Tuo-yi beralasan ingin meminjam kamar kecil untuk buang air seni.

Brahmana masuk ke dalam rumah mencari istrinya, istrinya yang angkuh tidak mempedulikan You Tuo-yi. Dengan kemampuan gaibNya, You Tuo-yi membuat usus istri Brahmana keluar dari perutnya, melihat hal ini Brahmana jadi panik dan ketakutan, lalu timbul rasa muak, segera bernamaskara pada Yang Ariya dan bertobat atas kesalahannya.

Yang Ariya menarik kembali kemampuan gaibNya,



016


Para Dermawan memberitahukan Brahmana : “Hari ini apabila Buddha dan para siswaNya datang ke rumahmu menerima persembahan, tetapi anda malah tidak memberikan persembahan bahkan menciptakan karma buruk berbohong, maka Raja Prasenajit pasti akan menjatuhkan hukuman padamu”.

Brahmana jadi ketakutan, mungkin juga ini merupakan jalinan jodoh untuk membangkitkan akar kebajikannya yang sudah masak, dia segera mempersiapkan hidangan makanan dan minuman, sebagai persembahan dana makanan untuk Buddha Sakyamuni dan siswa-siswaNya, hal ini sungguh di luar dugaan.

Pada hari itu, Buddha Sakyamuni dan para siswaNya menuju ke rumah Brahmana untuk menerima persembahan. Brahmana ini oleh karena jodohnya telah masak, dengan sendirinya menyajikan hidangan istimewa. Setelah selesai menerima persembahan, Buddha Sakyamuni dan siswa-siswaNya pulang kembali ke Taman Jetavana, hanya menyisakan You Tuo-yi seorang diri di rumah Brahmana, untuk memberi ceramah Dharma kepada Brahmana dan istrinya.

Setelah selesai mendengar Buddha Dharma, Brahmana dan istrinya mencapai tingkatan kesucian pertama, Sotapanna. Kemudian Brahmana dan istrinya membangkitkan ketulusan ber-Trisarana pada Triratna, yakni Buddha, Dharma dan Sangha, serta mengamalkan Lima Sila.

015



Esok paginya Brahmana itu malah tidak mempersiapkan hidangan apa-apa. Pada saat itu Anathapindika dan Dermawan lainnya juga tak habis pikir, kenapa Brahmana kikir ini hari ini bisa bermaksud mempersembahkan dana makanan kepada Buddha dan para siswaNya?

Oleh karena merasa penasaran, maka para Dermawan mendatangi rumah Brahmana, untuk melihat apakah Brahmana kikir telah mempersiapkan hidangan makanan atau belum, akhirnya banyak yang jadi bertanya pada Brahmana : “Anda mengundang You Tuo-yi dan Sangha, berarti mengundang Buddha Sakyamuni dan siswa-siswaNya (jumlah siswa Buddha banyaknya 1250 orang) ke rumahmu untuk menerima persembahan dana makanan, tetapi kenapa sampai sekarang anda malah belum mempersiapkan hidangan apapun”.

Brahmana menjawab : “Saya hanya mengelabui Mereka, sama sekali tidak bermaksud memberi persembahan apapun”.


014


Dia berbisik pada Brahmana : “Sesungguhnya di rumah anda tidak ada sesuatu apapun, mana ada sesuatu yang bisa diberikan padaKu?”

Mendengar hal ini, Brahmana kikir jadi emosi dan berkata : “Sramana! Harta benda dan makanan di rumahku berlimpah ruah, apa maksud kalian, beraninya memandang rendah padaku, mengatakan rumahku tidak ada makanan dan minuman?”

Yang Ariya menjawab : “Kalau begitu, besok kami akan datang ke rumahmu menerima persembahan dana makanan”.

Brahmana menyetujuinya : ”Baiklah! Ini adalah sebuah kebajikan”.

Pada saat itu, You Tuo-yi berpindapatra ke rumah lainnya, kemudian kembali ke Vihara Jetavana. Setelah selesai menyantap makanannya, YangAriya menuju ke hadapan Buddha Sakyamuni dan bernamaskara, menyampaikan kepada Bhagava : “Bhagava! Di kota ada seorang Brahmana yang tidak percaya pada Triratna, juga kikir dan gemar menimbun harta, tidak memiliki niat berdana, hari ini mendadak dia berkata ingin mengundangku, Buddha dan anggota Sangha lainnya, besok ke rumahnya untuk menerima persembahan dana makanan”.

Buddha Sakyamuni menyetujuinya.


013


beranjak menuju tempat lainnya guna menyelamatkan para makhluk.

Menyelamatkan Brahmana kikir

Ketika Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma di dunia ini, di Kota Sravasti terdapat seorang Brahmana, yang tidak percaya dan juga tidak hormat pada Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha.

Meskipun memiliki harta berlimpah tetapi sifatnya kikir, bukan hanya tidak memiliki niat berdana, bahkan gemar menimbun harta kekayaan.

Pada saat itu You Tuo-yi mengetahui bahwa jodoh Brahmana kikir ini telah masak, maka itu meskipun sudah berkali-kali melakukan pindapatra di depan rumah Brahmana, namun seringkali pula tidak mendapatkan dana makanan darinya.

Suatu kali, ketika Yang Ariya berpindapatra di depan rumah Brahmana kikir tersebut, kebetulan bersua dengan Brahmana yang baru saja pulang dari luar.

Brahmana kikir berkata : “Bhikkhu, anda datang ke rumahku mengemis makanan, makanan apa yang anda peroleh?”

Yang Ariya tahu bahwa Brahmana ini tidak memiliki rasa hormat dan keyakinan pada Triratna, maka itu


Sabtu, 16 Januari 2016

012


You Tuo-yi (tabib jelmaan) membaca mantra dan melafal nama Buddha, Dharma dan Sangha. Begitu Brahmana mendengar mantra Buddha, seluruh penyakitnya jadi sembuh, anggota keluarga yang melihat kepala keluarga sembuh dari sakit, semuanya jadi bersukacita.

Yang Ariya yang melihat hal ini segera berubah kembali ke wujud semula, Brahmana dan istrinya membangkitkan keyakinan mendalam, memuji hal yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Kemudian mempersiapkan makanan dan minuman terbaik untuk dipersembahkan kepada Yang Ariya.

Usai menerima persembahan, Yang Ariya memberi ceramah Buddha Dharma kepada mereka, Brahmana dan istrinya mencapai tingkat kesucian pertama yakni Sotapanna, membangkitkan ketulusan ber-Trisarana pada Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha, serta mengamalkan Lima Sila, Yang Ariya


011


meskipun telah melewati waktu bertahun-tahun, namun para tabib juga tidak memiliki cara untuk menyembuhkannya. Maka itu Brahmana tidak mencari pengobatan lagi, pasrah menanti ajal menjemput.

You Tuo-yi mengamati bahwa jodoh Dharma Brahmana ini telah masak, sehingga dapat menerima ajaran dan diselamatkan, maka itu Beliau segera membawa patra pergi berpindapatra.

Ketika sampai di depan rumah Brahmana, Yang Ariya menjelma jadi tabib, mengaku bahwa diriNya adalah tabib yang dapat mengobati beragam penyakit, keluarga Brahmana mempersilahkanNya masuk ke dalam rumah.

Brahmana menjelaskan pada Yang Ariya akan kondisi penyakitnya : “Sudah bertahun-tahun saya menderita penyakit dan tak kunjung sembuh, para tabib mengatakan bahwa tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakitku ini, kini saya hanya bisa menanti ajal datang menjemput”.

Tabib jelmaan menghiburnya berkata : “Anda jangan cemas, mantra dan obatku memiliki kekuatan yang tak terbayangkan, dalam waktu sekejab akan dapat menyembuhkan seluruh penyakit yang anda derita”.

Brahmana yang mendengarnya merasa amat gembira.



010


dari harga sebenarnya, Yang Ariya juga menerimanya, tidak berperhitungan.

Saat itu suami istri jadi merasa heran lalu berdiskusi, “Mengapa permata-permata yang begitu bernilai tapi harganya begitu murah?”

You Tuo-yi yang mengetahui jodoh Dharma kedua insan ini telah masak, maka itu berubah kembali pada wujudNya semula. Pada saat itu Brahmana dan istrinya membangkitkan keyakinan mendalam, dengan perasaan hormat mempersembahkan makanan terbaik di rumah mereka kepada Yang Ariya.

Usai menerima persembahan, You Tuo-yi memberikan ceramah Dharma kepada mereka, setelah mendengarnya, Brahmana dan istrinya mencapai tingkat kesucian pertama yakni Sotapanna, sehingga mereka membangkitkan ketulusan ber-Trisarana pada Triratna, mengamalkan Lima Sila, bahkan berikrar sepanjang hidup akan memberi persembahan pada Yang Ariya. Namun You Tuo-yi masih harus menyelamatkan para makhluk lainnya sehingga beranjak menuju tempat lainnya.

Menjelma jadi tabib penyembuh

Suatu hari di Kota Sravasti terdapat seorang Brahmana yang tidak memiliki rasa hormat pada Triratna, sejak bayi sudah menderita beragam penyakit,


009



Kini jodoh Brahmana ini sudah masak sehingga bisa diselamatkan, seperti biasanya pada pagi hari You Tuo-yi memasuki kota untuk berpindapatra.

You Tuo-yi sampai di depan rumah Brahmana, mengetahui bahwa Brahmana ini dan istrinya menyukai permata, lalu menjelma menjadi pedagang permata, membawa beragam bentuk permata ke rumah mereka, mempamerkan permata-permata yang mahal dan bernilai sambil berkata pada suami istri tersebut : “Saya adalah pedagang yang khusus menjual permata-permata bernilai, jika kalian memerlukannya silahkan diambil”.

Brahmana bertanya : “Berapa harga permata-permata ini?”

Yang Ariya menjawab : “Anda bilang berapa maka hitung berapa”.

Brahmana lalu mengambil setumpuk permata bernilai, tetapi hanya memberikan tidak sampai seperseratus


008


dengan perasaan hormat, dia mengundang You Tuo-yi masuk ke rumahnya menerima persembahan dana makanan. Usai menerima persembahan, You Tuo-yi menceramahkan Buddha Dharma kepada dermawan sehingga dermawan ini beserta istrinya mencapai tingkat kesucian pertama yakni Sotapanna.

Setelah dermawan ini mencapai kesucian, membangkitkan ketulusan ber-Trisarana pada Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha, serta mengamalkan Lima Sila, juga memohon Yang Ariya untuk menerima empat jenis persembahan untuk keperluan hidup sehari-hari anggota Sangha yakni makanan dan minuman, jubah, tempat berbaring, obat-obatan.

You Tuo-yi berkata : “Jalinan jodohKu dalam menyelamatkan para makhluk belumlah usai, tidak dapat menerima persembahan dari kalian untuk jangka panjang”. Yang Ariya kemudian beranjak menuju tempat lainnya.

Menjelma jadi pedagang permata

Suatu hari You Tuo-yi sedang memasuki samadhi mengamati jodoh makhluk yang telah masak sehingga bisa diselamatkan. Dalam samadhiNya, Beliau melihat seorang Brahmana yang juga pemuja Brahma, tidak percaya pada Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha.


007



You Tuo-yi menyahut ”Saya adalah Brahmana, terlebih lagi GuruKu merupakan Brahmana tertinggi tiada taranya”.

Namun Dermawan ini malah berkata : “Anda tidak tampak seperti seorang Brahmana, anda adalah seorang Sramana. Penampilanmu tidak seperti seorang Brahmana!”

You Tuo-yi bertanya : “Jadi seperti apa penampilan seorang Brahmana?”

Dermawan menjawab : “Seorang Brahmana memiliki gulungan rambut di puncak kepala yang tinggi serupa mahkota”.

You Tuo-yi menjawab : “Kalau begini maka saya sudah serupa Brahmana”.

Sambil berkata You Tuo-yi mengusap puncak kepalaNya, tiba-tiba muncul gulungan rambut di puncak kepalanya meninggi bagaikan mahkota, dermawan yang melihatnya jadi amat tercengang,

Jumat, 15 Januari 2016

006


segala keperluan sehari-hariMu, seperti makanan dan minuman, jubah, tempat perbaringan, obat-obatan dan sebagainya, mohon Yang Ariya bermaitri karuna menerima persembahan ini”.

You Tuo-yi berkata pada Brahmana : “Saya masih harus menyelamatkan para makhluk lainnya, tidak bisa berada di sini saja menerima persembahan darimu”.

Usai memberi ceramah Dharma kepada Brahmana, You Tuo-yi beranjak meninggalkan tempat tersebut.

Mengusap kepala, rambut muncul meninggi

Suatu hari You Tuo-yi memasuki samadhi mengamati para makhluk, siapa yang sudah masak jodohnya, sehingga dapat menerima ajaran dan diselamatkan. Dia melihat ada lagi sorang Brahmana lainnya yang juga merupakan pemuja Brahma, dan tidak percaya pada Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha, orang ini jodohnya sudah masak buat diselamatkan.

Seperti pagi hari biasanya, You Tuo-yi membawa patraNya pergi berpindapatra, memasuki Kota Sravasti, melihat Brahmana ini sedang mempersiapkan banyak makanan persembahan, sedang mencari Brahmana yang bersedia menerima persembahan dana makanan.

Dermawan ini berseru : “Siapakah yang disebut sebagai Brahmana, saya hendak mempersembahkan dana makanan”.