Jumat, 29 Januari 2016

119



Para penduduk menuruti petunjuk Buddha Sakyamuni, membawa benda-benda persembahan ke tempat kediaman Bhikkhu Shan Lai, bernamaskara dan berkata : “Yang Ariya! Anda membangkitkan maha maitri karuna pada kami, sehingga kami dapat melewati hidup dengan aman sentosa, kami ingin bertanya apa yang ingin anda lakukan? Kami bersedia membantumu”.

Yang Ariya Shan Lai memberitahu para penduduk : “Semoga kalian membangkitkan ketulusan memberi persembahan pada Triratna”.

Para penduduk yang oleh karena naga beracun berhasil ditaklukkan Shan Lai, sehingga mengundang Buddha dan Sangha untuk menerima persembahan dana makanan selama tujuh hari,


118



Lima Sila padanya”.

Buddha Sakyamuni memberitahu para Bhikkhu : “Diantara siswa-siswaKu, yang dapat menaklukkan naga beracun, adalah Bhikkhu Shan Lai sebagai yang terunggul”.

Sementara itu penduduk di sekitar Gunung Sumsumara, melihat naga beracun telah ditaklukkan, masyarakat juga takkan lagi diganggu olehnya, merasa amat gembira, membawa bunga harum dan perlengkapan persembahan, datang ke hadapan Buddha Sakyamuni, melakukan namaskara, berkata : “Bhagava! Berkat kekuatan suciMu, sehingga naga beracun takkan mencelakai kami lagi, mohon Buddha bermaitri karuna, menerima persembahan dari kami!”

Buddha Sakyamuni memberitahu Brahmana dan Upasaka Upasika lainnya : “Kalian seharusnya mengetahui : “Naga beracun itu adalah ditaklukkan oleh putra sesepuh Fu Tu, yakni Bhikkhu Shan Lai sehingga naga tersebut memutuskan kejahatan dan memupuk kebajikan, bahkan menurunkan padanya Visudhi Trisarana dan Lima Sila, jadi bukanlah Saya Tathagata yang menaklukkannya. Kalian seharusnya membawa benda-benda persembahan ini untuk dipersembahkan kepada Bhikkhu Shan Lai, untuk membalas budi kebajikannya!”


117


sekarang malah masih mencelakai para makhluk, melakukan banyak karma buruk, saat ajal menjelang, akan jatuh ke alam mana lagi, apakah anda mengetahuinya?”

Yang Ariya tidak menanti jawaban dari naga dan melanjutkan perkataannya : “Menurut karma buruk yang anda perbuat, dapat dipastikan : “Pasti jatuh ke Neraka!” Ini tidak perlu diragukan lagi”.

Saat itu Naga Beracun berkata pada Yang Ariya : “Insan yang penuh kebajikan! Apa yang harus kulakukan sekarang? Mohon berikan petunjuk padaku!”

Yang Ariya menjawab : “Anda seharusnya ber-Trisarana pada Triratna yakni Buddha, Dharma dan Sangha, serta mengamalkan Lima Sila, bertekad untuk takkan melanggarnya”.

Naga beracun menaati ajaran Yang Ariya, mengambil Visudhi Trisarana dan Lima Sila, sejak itu bertekad takkan melakukan pembunuhan, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak berbohong, tidak minum minuman keras. Usai itu, Naga beracun sirna dan tidak kelihatan lagi.

Bhikkhu Shan Lai setelah menaklukkan naga beracun, kemudian menuju ke hadapan Buddha Sakyamuni, berkata : “Bhagava! Naga Beracun Anpo telah saya taklukkan, juga memberi Visudhi Trisarana dan