Senin, 08 Februari 2016

198



Yang Ariya Rahula yang menerima  pemberkatan dari kekuatan kewibawaan Buddha, memasuki samadhi, setelah bernamaskara pada Buddha, lalu dengan kekuatan gaib menjelma jadi Raja Cakravartin, Ananda berdiri di samping kiri, Ananda menjelma jadi pejabat pengurus pusaka dan Nanda berdiri di samping kanan, Nanda menjelma jadi pejabat pengurus prajurit. 1250 orang Bhikkhu menjelma jadi ribuan putra.

Mereka sampai di rumah dermawan Anathapindika, banyak Yaksa yang berteriak : “Raja Cakravartin muncul di dunia, melenyapkan orang jahat, menyebarkan Dharma bajik”.  

Pelayan tua yang mendengarnya amat bersukacita berkata : “Sungguh menakjubkan, Raja Cakravartin memiliki pusaka Ru Yi, segala keinginan dapat terpenuhi”.  

Pada saat itu Raja Cakravartin tiba di rumah Anathapindika, pelayan tua yang mendengar bunyi


197



melihat Sramana Gautama di gerbang istana, menampilkan berbagai ilmu mistis dan sulap, tubuhNya bagaikan gunung emas, dan masih banyak perhiasan permata yang bisa memancarkan cahaya cemerlang”.  

Selesai berkata lalu masuk ke dalam sangkar kayu, dengan lebih dari seratus lembar kulit untuk menutupi bagian atas sangkar kayu, lalu menggunakan kain putih untuk membungkus kepalanya barulah berbaring di tempat yang gelap.

Buddha Sakyamuni setelah selesai menerima persembahan, bersiap-siap pulang ke Taman Jetavana, Ratu Mallika memberitahu pada Buddha : “Bhagava! Mohon bermaitri karuna menyelamatkan wanita sesat itu, janganlah pulang ke Arama dulu”.

Buddha Sakyamuni memberitahu pada Ratu Mallika : “Pelayan tua ini dosanya amat berat, tidak berjodoh dengan Buddha, tetapi dia memiliki jalinan jodoh dengan Rahula”.

Kemudian Buddha Sakyamuni pulang ke Taman Jetavana, memberitahu pada Rahula : “Pergilah ke rumah Anathapindika untuk menyelamatkan pengurus rumahnya”.

Pada saat itu 1250 orang Bhikkhu yang hadir memberitahu pada Buddha Sakyamuni : “Kami juga berniat ikut serta”.


196


atas, arah atas juga ada Buddha; menunduk ke bawah, juga ada Buddha; lalu menggunakan kedua telapak tangannya untuk menutupi wajahnya, tetapi sepuluh jarinya semuanya berubah jadi Buddha.

Pelayan tua memejamkan sepasang matanya, mata hati terbuka, melihat di angkasa Buddha jelmaan memenuhi sepuluh penjuru alam.

Pada saat itu di Kota Sravasti, ada 25 gadis yang berasal dari Kasta Sudra, 50 gadis dari Kasta Brahmana, dan kasta lainnya, ditambah dengan dayang-dayang Ratu Mallika, seluruhnya berjumlah 500 orang, mereka pernah menfitnah dan tidak percaya pada Buddha Dharma, sekarang melihat Tathagata terbang ke angkasa, menampilkan kepada pelayan tua tubuh jelmaan yang tak terhitung, sehingga mereka membangkitkan sukacita, menghapus pandangan sesat mereka, dengan hormat bernamaskara pada Sang Buddha, menyebut Namo Buddhaya.  

Pelayan tua meskipun telah bertemu dengan Buddha, namun dia tetap berpandangan sesat tidak percaya pada Buddha Dharma. Kemudian, oleh karena dia telah bertemu dengan Sang Buddha, sehingga menghapus 8 juta koti kalpa penderitaan samsara.

Setelah bertemu dengan Buddha, dia bergegas lari pulang ke rumah, menyampaikan pada dermawan : “Hari ini saya bertemu dengan musuh jahat besar,